Gagal Beli Kereta Aja, Wiss!

by - February 18, 2014

Ketika pergi bersama dengan motor yang beda, kadang nggak tahan sama perhatian suami yang bikin gemes. Dia akan menyuruhku berjalan lebih dulu. Entah malam atau siang, entah tahu jalan atau tidak pokoknya aku di depan. Mungkin suami khawatir aku kenapa-kenapa dan jatuh tanpa pengawasannya. Mungkin juga karena dia khawatir aku tertinggal jauuuuh karena hobi naik motor yang lambat.



Nah, gemesnya tuh kalau ditanya mau lewat jalan mana. Ia akan jawab terserah. Jadilah kami melewati jalan sesuai pilihanku, terserah aku, nyasar atau nggak terserah karepku. Tapi pas di belokan yang mungkin menurutnya nggak pas, dari belakangku dia akan teriak-teriak dengan soundtrack klakson. Alamak "Kanan, kanan!" Teriaknya. Tentu saja aku limbung. Niat lurus jadi seketika ke kanan. Atau, kalau teriakannya nggak jelas, tiba-tiba saja aku bisa berhenti di tengah jalan, menengok ke arahnya, bertanya apa maunya. Alhamdulillah sih selama ini masih aman, selamat sentosa.

Aku cuma ngebayangin, seandainya kami ini seorang masinis. Mungkin aku akan tetap berada di barisan depan, dan suami mengendalikan kereta setelah keretaku. Kami akan bergerak bersama ke tujuan yang sama. Saat, arah keretaku salah, dia akan tetap berteriak dari kereta belakang. Oh, Tuhan terus bagaimana dia akan teriak? Seberapa keras suaranya sampai ke telingaku? Astaga, Mas. Apa bisa kau menyaingi teriakannya kuntilanak? Nggak usah wis, niat beli keretanya

Tulisan Terkait

0 komentar

Komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus. Maaf ya....