Tentang Mimpi #1

by - May 23, 2014

#arsipfacebookku
Lari secepat mungkin, kalau di dalam mimpi selalu saja ketangkep. Aku berlari, lari dan berlari sampai kemudian aku menoleh ke belakang. Ternyata bukan orang gila itu saja yang mengejarku, tapi pisau yang tadinya dipegang tibatiba juga ikut memburuku. Begitu dekat dan cepat. Blesss. Punggungku tertangkap pisau. 
Aku memang tak merasakan sakit. Cerita yang sepotong sepotong dan absurd itu, begitu saja melompat membawaku pada ruang sempit bernama penjara. Kenapa aku yang dipenjara? Dan punggungku tak berdarah ataupun menyisa luka tusuk. Ajaib.  
Di dalam penjara aku menangis sedih sekali. Entah penjara macam apa yang kutempati. Orang gila itu pun berada satu lokasi denganku. Pemandangannya sangat mengerikan, dua lelaki saling berciuman, orang gila berkeliaran, kekerasan ada di manamana, anak kecil ikut dipenjara, perempuan seksi dengan dandanan glamour keluar masuk penjara dengan seenaknya. 
Aku menangis menjerit jerit. Apa salahku? Berapa lama aku dipenjara? Bagaimana promilku? Bagaimana deadline nulisku? Argggghhh.
Tibatiba leptopku akan dibanting oleh polisi penjaga. Aku bilang data yang disitu sangat penting, kalau sampai rusak, kutulis kau di media. Dan ia membatalkan rencananya. 
Dan keanehan lainnya adalah muncul aturan kalau aku bisa pulang ke rumah seminggu sekali. Lebih dari itu, ada yang naksir aku juga di penjara. Ihir. Iki mimpi uopo to. Aneh sekali.

Tulisan Terkait

0 komentar

Komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus. Maaf ya....