Narsis Foto :)

by - September 17, 2014

Sekarang zamannya setiap hal diarsip dalam foto.
Mau makan enak difoto dulu. Habis dandan difoto dulu. Habis masak difoto dulu. Bahkan kalau ngliat bulu mata jatuh di pipi juga rasanya pengin difoto, lalu diunggah ke sosial media dengan capture "Duh ada yang kangen gue nih. Siapa yah?". Pokoknya mau muda atau tua nggak kenal usia deh buat narsis dengan kamera dan sosial media. Termasuk aku tentunya hihihi. 

Yap. Namanya manusia, salah satu sifat dasarnya adalah menginginkan apa yang orang lain lakukan. Begitulah kejadiannya. Habis dandan, aku suka minta suami buat mengambil gambar cantikku. Logis dong, namanya tinggal berdua. Siapa lagi yang mau kumintai tolong. Masa tuyul hehehe. 

Entah kenapa, kalau difotoin suamiku kok hasilnya sering nggak memuaskan. Kadang kerudungku miring dia diem aja. Kadang eanglenya jelek, dia cuek. Kadang pipiku kelihatan chubby banget dia bilang biasa aja. Bahkan kadang badanku terlihat sangat gemuk. Aku jadi sebel. Kupikir dia bisa mengambil eagle yang bagus, sehingga obyek yang emang dasarnya gendut dan pipinya chuby ini tetep kelihatan seksi dan cantik. Tapi kenapa hasilnya seperti ini? Dia akan jawab, "Lah pancen gendut, kok aku sing disalahkan". Hahaha. Ini serius. Dia nggak mau hasil bidikannya diprotes. Duh, kalau fotografer cuma bisa nangkep objek yang biasa jadi biasa aja, ngapain ada fotografer profesional xixixixi. (Tapi ini nggak kusampaikan ke suami). Aku mulai menanamkan opini dari "Ah suamiku nggak pinter moto" sampai ke opini yang lebih bijak lagi "Ah, barangkali selera kami memang beda". Deal. Toh, nggak semua hasilnya buruk. Kadang juga ada yang bagus dan cantik. 

Nah. Setelah aku tetep minta difoto meski hasilnya tak terduga, ya mau gimana lagi. 
Trus sekarang aku jadi berpikir kalau mungkin memang jangan deh berharap hasil yang wow dari seseorang yang sangat mencintai kita. Biasanya jadi nggak objektif. Soalnya tahu nggak kenapa? 

Emmm mungkin nih ya. Bagi suamiku, mau aku tampak gendut, chuby, kerudung miring atau apalah yang kupikir jelek, bagi dia tuh tetep sama: aku seksi dan cantik. Jadi ya ketika melihat badanku yang mulai melebar dalam foto pun, dia tetep anggap udah pas. Tak perlu cari eagle yang lain. Karena udah pas cantiknya. 
Emmm iya nggak hayo? Iya kan. (Menghibur diri). 

Tulisan Terkait

0 komentar

Komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus. Maaf ya....