Cerita di Balik Buku Ladies Journey

by - April 08, 2015


Gambar
Saat Ladies’ Journey terbit pada bulan Juni 2013, penerbit Stiletto Book baru mempunyai satu kumpulan cerpen fiksi. Hal ini bukan lantaran tak ada penulis yang mengirimkan naskahnya ke redaksi, justru editor sendiri merasa sayang sekali karena naskah yang masuk seleksi sebenarnya bagus-bagus, hanya saja banyak yang tidak masuk dalam kriteria Penerbit Stiletto Book.

Dalam pencariannya, lalu naskah Girl Talk datang bertamu. Kelahiran Girl Talk karya Lala Purnomo di keluarga besar Stiletto Book, kemudian menjadi kumpulan cerpen pertama yang namanya tercatat dalam sejarah perjalanan panjang penerbit ini. Apalagi respon pembacanya bagus, inilah yang kemudian mendorong tim redaksi untuk kembali menerbitkan genre serupa. (Kan tak ada salahnya juga menyenangkan pembaca? ) Maka tak lama kemudian, Ladies’ Journey lahir.

GambarLadies’ Journey merupakan buku kumpulan cerpen fiksi dengan tema perjalanan. Tema ini pertama kali dilontarkan oleh Herlina P. Dewi selaku PimRed Stiletto Book ke redaksi. Meskipun bukan tema baru, namun kami mencari cara untuk bagaimana mengemas tema lama menjadi menarik dan layak disuguhkan ke pembaca.

Ya, inilah yang menarik dari buku Ladies’ Journey : buku ini ditulis oleh 13 penulis perempuan, yang kesemuanya pernah bekerja sama dengan Stiletto Book dalam hal kepenulisan. Untuk memperkaya citarasa isinya, maka redaksi juga memilah siapa saja penulis yang dipilih menjadi kontributor. Tentu saja, hal ini penting sebab kami menginginkan gaya cerita yang bervariasi; ada cerpen sastra dan cerpen popular sekaligus.

Eva Sri Rahayu, salah satu kontributor Ladies’ Journey mengungkapkan sisi spesial dari buku ini. Katanya “Membaca Ladies’ Journey, pembaca akan diajak pergi ke tiga belas tujuan perjalanan, dengan tiga belas pengalaman yang berbeda”.

Selain itu, Ladies’ Journey juga bukanlah buku traveling yang semata-mata mengedepankan keindahan kota tujuan, tapi lebih kepada perjalanan hidup tokoh-tokohnya.

Sampai terbitnya buku ini, redaksi dan penulis telah berkali-kali melakukan kordinasi. Mulai dari pengumpulan ide cerita, eksekusi, deadline menulis, sampai pemilihan sampul buku.

Dan, rencananya buku antologi semacam Ladies’ Journey akan kembali diterbitkan dengan cara audisi seperti serial A Cup of Tea terbitan Stiletto Book.  Jika A Cup of Tea merupakan kumpulan kisah-kisah nyata inspiratif yang sukses sampai lima seri, maka yang akan digarap kemudian adalah kumpulan cerpen fiksi Stiletto Book.

Mudah-mudahan buku Ladies’ Journey mendapat cinta di hati kamu ya

*Review ini ditulis pada tahun 2013

Tulisan Terkait

0 komentar

Komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus. Maaf ya....