Ketika Pertanyaan Itu Datang

by - July 01, 2015

"Hi, kita pernah ketemu di mana ya? Kok kamu nge-add aku?" tanya sebuah akun, yang belum lama ini aku tambahkan ke friendlist.


Spontan aku kaget dong. Nggak pernah kepikiran sebelumnya kalau pertanyaan itu bakalan aku terima. Soalnya, aku biasa ngonfirm pertemanan nggak pakai pilih-pilih orang. Mau aku kenal atau nggak ke, mau mutual friendnya banyak atau nggak ada sama sekali ke, pokoknya yes aja deh. Kan kemungkinan itu selalu ada: merasa nggak kenal sama nama akunnya, ternyata malah tetangga sendiri yang pakai nama beken. Loh mungkin kan?

Lagian, quota pertemananku juga masih banyak. Nggak femes sih hihihi. Jadi, siapapun boleh loh jadi teman mayaku. Kecuali mantan yang nyakitin hati. Ya maap maap aja kalau otomatis Facebookku ngeblokir kamu. Jadi jangan tanya hatiku ya hahaha. ‪#‎NggakPenting‬

Biasanya, setelah aku konfirm, ada yang say hai di bilik chat. Karena banyak yang menyapa dan semuanya baru aku kenal, aku nggak sempet juga mau balesin satu-satu trus basa basian tak berujung. Maaf lagi ya.

Tapi, kalau aku yang nge-invite terus disapa sama yang sudah mengonfirm, kan kasusnya beda. Nggak mungkin juga aku lari atau pura-pura nggak kenal? Apalagi kalau ditanya "Hi, kita pernah ketemu di mana ya? Kok kamu nge-add aku?" jederrr.

Dalam hati sih berkata "Harus ya, ada alasannya? Kalau aku mau kepoin kamu, gimana?" ‪#‎eh‬

Tapi, dalam setiap kesempatan, aku nginvite orang emang ada dasarnya sih. Mungkin karena dia temen lama, temennya temen, orang femes, akun manfaat, syarat buat ikut lomba, atau sekadar kenal pas doi lagi jadi buah bibir. Pantesan aja, aku suka lupa "Ini siapa ya, dulu aku yang nginvite atau dia? Kok bisa sih aku nginvite dia. Nggak merasa deh. Tapi ya nggak mungkin juga dia nginvit aku. Buat apa coba" Loh?

Setelah dapat pertanyaan yang menuntut aku buat mengatakan alasan meminta berteman, aku jadi punya ide "Kapan-kapan, pertanyaan itu aku pakai buat ke orang lain ah". Kali aja bisa sekalian bikin angket.

Eh, jadi serius ya. 
Tapi boleh dipikirkan lah, besok-besok aku mau nyiapin alasan dulu kalau mau nge-add akun baru. Siapa tahu dapat pertanyaan yang sama? Huwehehehe

Tulisan Terkait

2 komentar

  1. jarang nga-add akun baru malesin

    ReplyDelete
  2. katanya siapapun boleh jadi teman maya ko ada kecualinya?

    ReplyDelete

Komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus. Maaf ya....